Detail Cantuman Kembali

XML

analisis sumberdaya perikanan di jawa timur berbasis spasial


Minimnya sistem informasi berbasis spasial tentang perikanan menyebabkan kurang optimumnya pemanfaatan sumberdaya perikanan yang ada. Salah satu aplikasi yang digunakan untuk menyediakan sistem informasi spasial yaitu aplikasi Arcview 3.3 Penelitian ini dilakukan di wilayah provinsi Jawa Timur pada bulan Februari-Agustus. Berdasarkan analisa data spasial menggunakan Arcview 3.3 didapakan tingkat hasil produksi budidaya di Jawa Timur tertinggi masing-masing ada tiga kabupaten yaitu Sumenep, Banyuwangi, Situbondo untuk budidaya laut. Sidoarjo, Gresik, Pasuruan untuk budidaya payau Lamongan, Gresik, Tulungagung untuk budidaya tawar. Untuk hasil produksi tangkapan di Jawa Timur yaitu Lamongan, Pamekasan, dan Sumenep. Tingkat nilai produksi di Jawa Timur tertinggi masing-masing ada tiga kaupaten yaitu Sumenep, Situbondo, Gresik untuk budidaya laut. Sidoarjo, Gresik, Banyuwangi untuk budidaya payau. Dan Lamongan, Gresik, Tulungagung untuk budidaya tawar. Untuk nilai produksi tangkapan di Jawa Timur yaitu Sumenep, Lamongan, Banyuwangi. Jumlah pembudidaya di Jawa Timur tertinggi masing-masing ada tiga kabupaten yaitu Sumenep, Situbondo, Banyuwangi untuk pembudidaya laut. Sidoarjo, Gresik, Lamongan untuk pembudidaya payau. Dan Blitar, Lamongan, Tulungagung untuk pembudidaya tawar. Untuk jumlah nelayan di Jawa Timur yaitu Sumenep, Lamongan, Sampang. Tingkat konsumsi ikan di Jawa Timur tertinggi masing-masing ada tiga kaupaten yaitu Sampang, Sumenep, Pamekasan untuk konsumsi ikan laut. Sidoarjo, Lamongan, Gresik untuk konsumsi ikan tawar. Dan Tuban, Bondowoso, Sampang untuk konsumsi ikan olahan. Berdasarkan analisa potensi perikanan berbasis spasial kabupaten Sumenep menempati urutan pertama diikuti oleh Lamongan dan Sidoarjo.
625.17.13 Ahm a
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2017
Surabaya
xii, 92 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...